"Kamu mungkin sekarang dapat melihat kolam air yang tenang. Namun beberapa menit kemudian gelombang vertikal besar dapat menghantam dengan interval yang hanya beberapa detik," kata Kevin Magee, seorang insinyur di Pusat Penelitian Glenn NASA. "Dangkalnya danau tersebut justru memperparah gelombang ombak."
"Badai dan ombak mungkin alasan utama mengapa kapal bisa tenggelam di danau Erie," kata Magee, salah satu pendiri kelompok penjelajah bawah laut (CLUE) yang berbasis di Cleveland yang mencari bangkai kapal di dasar Danau Erie. Penyebab lainnya dari karamnya kapal di danau ini adalah tabrakan dan kebakaran. "Faktanya, Kami pikir Danau Erie memiliki banyak kapal karam di dalamnya yang bahkan lebih banyak di seluruh danau yang ada di dunia, bahkan melebihi segitiga bermuda."
| August 12, 2011 |
Karena catatan yang tidak lengkap, tidak ada yang tau jumlah pasti bangkai kapal yang ada di Danau Erie, tetapi perkiraan berkisar antara 500 hingga 2000. Menurut Ohio Sea Grant yang mendokumentasikan bangkai kapal di danau, dan sudah 277 bangkai kapal telah di temukan sejauh ini. Mereka tersebar luas di seluruh danau, tetapi di bagian barat di sekitar Toledo, Kepulauan Erie, dan Cleveland sangat padat dengan bangkai kapal yang mereka ketahui.
| August 12, 2011 |
Gambar di atas ditangkap oleh sensor Hawkeye di SeaHawk CubeSat pada 8 November 2020. Dengan berat hanya 5 pon, satelit berukuran seperti pemanggang roti ini jauh lebih kecil dari saletis sebelumnya yang mengukur warna laut, seperti misi SeaWiFS NASA. Namun terlepas dari ukurannya, sensor HawkEye multisektral akan memberikan data warna laut dan citra teluk, muara dan daerah pesisir dangkal lainnya dengan delapan kali resoulusi SeaWiFS.
Source: https://earthobservatory.nasa.gov/images/148990/a-ship-graveyard-in-lake-erie