Solar Dynamics Observatory NASA menangkap gambar suar matahari ini - seperti yang terlihat pada kilatan terang di pusat bawah Matahari - pada 28 Oktober 2021. Gambar menunjukkan subset dari sinar ultraviolet ekstrem yang menyoroti materi yang sangat panas dalam suar dan yang diwarnai di sini dalam warna teal. Kredit: NASA/SDO

Astrogeo (29/10/2021) - Matahari memancarkan pijaran suar yang signifikan dan puncaknya pada 11:35 EDT pada 28 Oktober 2021. Solar Dynamics Observatory NASA, yang mengawasi Matahari terus menerus, menangkap gambar dari peristiwa tersebut.


Solar Flare atau Suar Matahari adalah semburan radiasi yang kuat. Radiasi berbahaya dari suar tidak dapat melewati atmosfer bumi dan mempengaruhi manusia. Namun, ketika keadaan tersebut cukup intens, mereka dapat mengganggu atmosfer di lapisan tempat sinyal GSP dan komunikasi bergerak.


Suar ini diklasifikasikan sebagai suar kelas X1.


Kelas X menunjukan suar yang paling intens, sedangkan nomornya memberikan lebih banyak informasi tentang kekuatannya. X2 bisa dikatakan dua kali lebih kuat dari X1, X3 pun sama dengan tiga kali lebih intens dari X2, dan seterusnya. Suar yang diklasifikasikan X10 atau lebih kuat dianggap luar biasa intensnya.


Untuk melihat bagaimana cuaca luar angkasa dapat mempengaruhi Bumi, silahkan kunjungi Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa NOAA http://spaceweather.gov/, sumber resmi dari pemerintah AS untuk prakiraan cuaca, jam, dan peringatan luar angkasa. NASA mengamati Matahari dan lingkungan luar angkasa kita secara terus-menerus dengan armada pesawat ruang angkasa yang mempelajari segala sesuatu mulai dari aktivitas Matahari hingga atmosfer matahari, dan hingga partikel dan medan magnet di ruang angkasa yang mengelilingi Bumi.