| © takeshi inomata ilustrasi struktur Aguada Fenix yang didapatkan dengan lidar. |
Astrogeo (28/10/2021) - Para arkeolog di Meksiko Selatan menemukan setidaknya 478 area upacara kuno yang dibangun oleh sebagian peradaban dari era pra-Columbus. Para arkeolog mengatakan bahwa situs baru tersebut dapat membantu menjelaskan hubungan misterius antara suku Olmec dan Maya. Hal tersebut dapat memberikan sedikit petunjuk tentang bagaimana situs tersebut bisa dikenal.
Pada tahun 2020, tim arkeolog tersebut menggali struktur suku Maya terbesar dan tertua yang pernah ditemukan, yang disebut dengan Aguada Fenix. Diperkirakan situs ini dibangun antara 1000 dan 800 Sebelum Masehi (SM).
Aguanda Fenix dikenal juga karena tata letaknya khusus yang terdiri dari dataran tinggi dan diapit oleh 20 platform yang lebih kecil. Penataan ruang tersebut diketahui memiliki kepentingan kosmologis bagi suku Maya dan beberapa situs lainnya yang ditemukan juga mematuhi tata letak tersebut.
Terlepas dari hal tersebut, para peneliti pun ingin mengetahui apakah tradisi dan budaya unik tersebut juga dimiliki oleh budaya kuno lainnya. Para peneliti melakukan analisis data yang tersedia untuk umum, yang dihasilkan menggunakan teknologi lidar, untuk mendeteksi struktur tiga dimensi yang tersembunyi.
Di area seluas 84.300 kilometer persegi, (32.625 mil persegi), para peneliti mampu mengidentifikasi hampir 500 kompleks kuno, pada tanggal antara 1050 dan 400 SM.
Menariknya, banyak dari struktur ini mencerminkan penataan ruang Aguada Fénix, namun dibangun oleh budaya yang mendahului Maya. Misalnya, desain yang sama ditemukan di situs Olmec kuno San Lorenzo, yang diyakini berkembang antara 1400 dan 1150 SM.
Hal ini menunjukkan bahwa San Lorenzo mungkin telah berfungsi sebagai template untuk struktur, termasuk Aguada Fénix. Karena itu, suku Maya mungkin mewarisi desain candi mereka dari peradaban Olmec yang lebih tua.
Sumber: Republika.id