| © EPA-EFE/ESO/L. Calcada ilustrasi:temuan planet. |
Para peneliti melakukan puluhan tahun untuk mengetahui jenis bahan yang membentuk dunia ini dan sudah 4.000 lebih planet yang mereka teliti, namun masih belum mengetahui itu semua.
Namun, saat ini para astronom tengah melakukan perkiraan jenis batuan yang ada di planet yang mengorbit bintang terdekat. Tim ini menemukan jenis batuan ini terdiri dari bahan eksotis dan beragam bahan lainnya yang tidak ditemukan di tata surya kita.
Dalam upaya tersebut, para astronom mencari tahu apakah dunia ini mirip dengan Bumi, Noirlab National Science Foundation (NSF) Siyi Xu bekerja sama dengan ahli geologi Keith Putirka dari California State Univercity, Fresno yang mempublikasikannya di jurnal Nature Communications.
"Sementara beberapa planet ekstrasurya yang pernah mengorbit katai putih yang tercemar tampak mirip dengan Bumi, sebagian besar memiliki jenis batuan yang eksotis di tata surya kita," kata Xu dilansir di Newsweek, Kamis (4/11).
Keduanya mempelajari atmosfer di sekitar White Dwarf (Katai Putih), serta sisa-sisa bintang-bintang dengan ukuran yang sama dengan matahari. Bintang ini menjadi pilihan baik untuk melakukan penelitian tersebut karena sebagian besar dari materinya pernah menjadi dari inti bintang, hidrogen, dan helium. Akan tetapi, atmosfer di sekitar White Dwarf (Katai Putih) menjadi tercemar karena material dari benda-benda berbatu, seperti asteroid jatuh kedalamnya.
Dengan begitu, para astronom dapat mengetahui apa yang terbuat dari benda-benta berbatu ini dengan mempelajari atmosfer serta mendeteksi bahan-bahan yang seharusnya tidak ada di sana.
Xu dan Putirkan memilih White Dwarf 23 yang terletak dalam jarak 650 tahun cahaya dari matahari dimana unsur-unsur seperti kalsium, silikon, magnesium dan besi telah terdeteksi oleh teleskop luar angkasa Hubble. Mereka melakukan rekonstruksi mineral serta bebatuan yang melimpah pada unsur ini.
White Dwarf yang tengah mereka pelajari memiliki beragam dan eksotis daripada yang ditemukan pada tubuh berbatu di tata surya bagian dalam. Ini menunjukan bahwa planet-planet yang ada di sekitar White Dwarf (Katai Putih) yang sedang mereka pelajari memiliki berbagai jenis batuan yang lebih luas dibandingkan yang ada di tata surya kita.
Bahkan, dari beberapa jenis batuan ini sangat eksotis, kedua astronom ini harus memberikan nama baru untuk temuan ini, temasuk quartz pyroxenites serta periclase dunites.
Putirka menjelaskan, beberapa jenis batuan yang mereka lihat di data White Dwarf (Katai Putih) akan melarutkan lebih banyak air daripada batuan yang ada di Bumi dan mungkin berdampak pada bagaimana lautan berkembang.
"Beberapa jenis batuan mungkin meleleh pada suhu yang jauh lebih rendah dan menghasilkan kerak yang lebih tebal daripada batuan Bumi, dan beberapa jenis batuan mungkin lebih lemah, yang mungkin memfasilitasi perkembangan lempeng tektonik," jelasnya.