![]() |
| Gambar terakhir yang diambil pada saat pendaratan InSight Mars pada tanggal 24 April 2022. |
Misi Insight Mars NASA telah berakhir setelah lebih dari empat tahun mengumpulkan berbagai ilmu pengetahuan unik dari Mars.
Pengendali misi di Badan Jet Propulsion Laboratory (JPL) di California Selatan tidak dapat menghubungi InSight Mars setelah berupaya berkali-kali, membuat para peneliti menyimpulkan bahwa baterai tenaga surya pada InSight Mars itu kehabisan energi.
NASA juga sebelumnya telah menyatakan misi itu berakhir jikaa InSight Mars melewatkan dua kali upaya komunikasi dengan tim. Agensi terus memantau sinyal dari InSight mars, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Terakhir InSight berkomunikasi dengan Bumi adalah pada tanggal 15 Desember 2022.
"Saya menyaksikan peluncuran dan pendaratan misi ini, dan sambil mengucapkan selamat tinggal pada pesawat ruang angkasa yang selalu membuat saya sedih" kata Thomas Zurbuchen, administrator Asosiasi Direktorat Misi Sains NASA di Washington. "Data seismik dari misi Discovery Program ini menawarkan wawasan yang luar biasa tidak hanya ke Mars tetapi juga benda berbatu lainnya, termasuk Bumi."
InSight berangkat untuk mempelajari Mars lebih mendalam. Data yang telah dihasilkan merupakan rincian tentang lapisan dalam Mars, cuaca di bagian Mars, serta banyak aktivitas gempat.
Seismometernya yang sangat sensitif, bersama dengan pemantauan harian yang dilakukan oleh badan antariksa Prancis Centre National d'Etudes Spatiales (CNES) dan Marsquake Sevice yang dikelola oleh ETH Zurich. Mereka mendeteksi 1.319 marsquake, termasuk gempa yang disebabkan oleh meteorid, penemuan terbesar diantaranya menemukan bongkahan es seukuran batu besar di akhir tahun lalu.
"Kami telah menganggap InSight sebagai teman dan kolega kami di Mars selama empat tahun terakhir, jadi sulit untuk mengucapkan selamat tinggal," kata Bruce Banerdt dari JPL, penyelidik utama misi tersebut. "Tapi InSight mendapatkan tempat peristirahatan yang layak."
Sumber: nasa.gov
